warnai rambut agar tampil cantik, rambut wanita ini malah hilang!


Seseorang akan melakukan segala cara agar selalu terlihat cantik. Meski terkadang dapat menyakiti dirinya, mereka tetap menempuhnya.
Seperti seorang wanita di Sichuan, China. Ia mewarnai rambutnya agar tampil lebih menawan. Namun, bukan menjadi cantik, wanita ini malah kehilangan rambutnya.
Deng menderita luka bakar di kulit kepalanya setelah empat kali mewarnai rambutnya. Ia mengelir rambutnya di sebuah salon di Kota Deyangm, Provinsi Sichuan, China. Peristiwa itu terjadi pada 1 Agustus.
Awalnya, Deng pergi ke salon itu untuk mewarnai rambutnya menjadi kombinasi abu-abu dan hijau. Untuk mendapat warna yang maksimal, pelayan di salon yang menanganinya melakukan pewarnaan hingga empat kali. Pengecatan ini bahkan memakan waktu selama tujuh jam.
Saat pengecatan baru sekali dilakukan, penata rambut mengatakan bahwa warnanya tidak merata. Ia pun menyarankan Deng untuk melakukan pengecatan kedua. Wanita itu pun menyetujuinya.
Ketika pengecatan memasuki tahap kedua, Deng merasa kulit kepalanya terbakar. Ia mengeluhkan hal tersebut kepada penata rambutnya. Namun, pihak salon mengklaim, hal tersebut normal dirasakan oleh seseorang saat mewarnai rambutnya. Deng pun diminta untuk bertahan.
Setelah pengecatan memasuki tahap ketiga, Deng makin merasa tak nyaman. Ia mengeluh bahwa kulit kepalanya terasa sakit. Ia pun menduga rasa sakit ini ada kaitannya dengan produk yang digunakan. 
Lagi-lagi, pihak salon membantah protes yang dikatakan Deng. Padahal, rambut Deng malah berwarna hijau apel bukan abu-abu - hijau sepertinya yang dia inginkan.
Namun, penata rambut mengatakan kepadanya bahwa hal itu normal. Pasalnya, untuk produk yang dia gunakan, warna pertama yang dihasilkan memang hijau apel, lama-kelamaan warna baru berubah menjadi abu-abu - hijau.
Mendengar penjelasan itu, Deng pun menjalani pewarnaan rambut keempat. Saat itu, kulit kepalanya sangat terasa sakit. Deng mulai meminta penata rambut berhenti.
Bahkan saat itu, dengan tenang penata rambut memberitahunya bahwa hal tersebut normal. Ia meyakinkan Deng bahwa rasa sakitnya akan hilang.
Karena tidak bisa menahan rasa sakitnya, Deng menghubungi putrinya untuk menjemputnya dari salon. Saat itu, penata rambut baru menyadari ada yang tidak beres dari rambut pelanggannya.
Dia segera membantu Deng untuk mencuci zat pewarna itu. Melihat kondisi kepala pelanggannya yang parah, pihak salon pun membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.
Pihak rumah sakit yang memeriksa mengatakan Deng menderita syok anafilaksis. Hal ini dirasakan karena reaksi alergi terhadap pewarna. Rasa sakit pada kulit kepalanya mencakup 40% luka bakar kimia.
Dokter pun menyarankan Deng untuk mencukur rambutnya karena khawatir residu pewarna bisa menyebabkan reaksi yang lebih buruk. Dengan terpaksa, Deng mencukur habis rambutnya agar rasa sakitnya hilang.
"Saya selalu memiliki rambut panjang dan saya tidak dapat menerima penampilan botak saya sekarang," ujar Deng, sebagaimana dikutip dari Asia One, Selasa (12/9/2017).
Setelah mengalami cobaan berat, Deng menuntut salon tersebut untuk mengganti rugi atas hal yang dialaminya. Ia meminta kompensasi atas biaya pengobatan dan kerusakannya sebesar 60 ribu yuan atau sekira Rp121 juta. Setelah melakukan negosiasi, pihak salon pun membayar tagihan medis Deng sebesar 2.600 yuan atau sekira Rp5,2 juta.
Menurut penata rambut yang menangani Deng, ini merupakan kejadian pertama kalinya di salonnya. Dia baru menemukan kasus ini setelah lebih dari satu dekade bekerja menjadi penata rambut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jack Kirby, si pencipta para superhero marvel